Andakah Sang Pemenang Itu ?
Oleh : Abdul Mudjib

Kalimat yang lazim diucapkan ketika sesama muslim bertemu dan berjabat tangan di hari raya Idul Fitri adalah “Minal ‘Aidin Wal Faizin”, tanpa mengetahui esensi makna yang sebenarnya. Biasanya kalimat itu mereka ungkapkan bergantian ; “Minal ‘Aidin” dan dijawab “Wal Faizin.” Apa sich sebenarnya arti dari Minal ‘Aidin Wal Faizin dan apa pula substandi dari kalimat tersebut ?
Sebagai seorang guru, beberapa tahun yang lalu di hari-hari awal masuk sekolah setelah liburan idul fitri penulis pernah menjajaki dengan memberikan pertanyaan kepada peserta didik : “Anak-anak, diantara kalian ada yang tahu. Apa arti minal ‘aidin wal faizin yang sering kalian ucapkan dihari lebaran bahkan sampai terkadang sampai 1 bulan penuh dalam bulan syawal ketika kalian bertemu sesama muslim yang lain !”
Dari pertanyaan itu muncul jawaban yang bermacam-macam. Satu per satu menyampaikan jawaban sepengetahuan mereka. Mereka kelihatan antusias dalam menjawabnya. Diantara salah satu jawaban mereka adalah : “mohon maaf lahir batin”. Kesimpulannya rata-rata diantara mereka belum mengetahui arti baik secara harfiah atau maknawinya. Mereka hanya mengikuti tradisi saja. Walaupun kemudian ada diantara mereka ada yang mengetahuinya. Akhirnya penulis jelaskan panjang lebar sebagai tambahan wawasan keilmuan mereka.

Makna Al ‘Aidin dan Al Faizin
Arti bebas dua kata tersebut adalah Al ‘A idin adalah golongan atau orang-orang yang kembali (maksudnya kembali suci). Hal ini relevan dengan hadits nabi yang artinya : “Barang siapa yang berpuasa dengan dilandasi iman dan ikhlas karena Allah maka maka diampuni dosa-dosa yang telah lalu”. Dalam hadits lain juga disebutkan : “Maka barang siapa yang berpuasa dan menjaga dengan baik puasanya serta menjalani ibadah lainnya (dibulan Ramadhan) dengan dilandasi iman dan ikhlas karena Allah maka keluarlah (dihapuskan) dosa-dosanya seperti hari ia dilahirkan dari rahim ibunya.” Artinya tidak ada dosa sedikitpun seperti bayi yang baru dilahirkan.
Kemudian Al Faizin adalah golongan atau orang-orang yang menang atau beruntung setelah sebulan penuh berhasil mengekang keinginan-keinginan duniawi seperti : makan, minum, berhubungan suami istri disaat puasa dan mengekang semua perkara atau hal-hal yang dapat menyebabkan gugur atau batal puasanya. Baik dari bisikan atau ucapan hati, ucapan lisan atau perbuatan. Atau gugur nilai pahala puasanya sebagaimana sabda nabi yang artinya : “Banyak orang yang berpuasa akan tetapi hanya mendapatkan lapar dan haus.” Tidak mendapatkan pahala puasa. Kesabaran orang-orang yang berpuasa benar-benar diuji. Dan sebulan penuh diharapkan dapat memperbanyak amal-amal ibadah, apapun bentuknya. Sehingga ketika hari-hari Ramadhan telah mereka jalani tugas dan kewajiban-kewajibannya secara baik dan sempurna, baik hablun minallah maupun hablun minannas maka mereka berhak mendapat predikat “AL FAIZIN” orang-orang yang menang atau orang-orang yang beruntung. Jadi minal ‘aidin wal faizin itu sebenarnya ungkapan do’a sesama muslim, mereka saling mendo’akan. Semoga Allah jadikan engkau (tunggal) atau kami (kalau jama’) termasuk dari golongan orang-orang yang kembali suci dan orang-orang yang mendapat kemenangan atau keberuntungan. Ja’alanallahu wa iyyakum minal ‘aidin wal faizin.

Orang yang mendapat kemenangan
Seseorang untuk mendapatkan predikat Sang Pemenang atau Sang Juara itu memang sulit. Harus bisa mengalahkan lawan-lawan yang tangguh dan cukup kuat. Harus dapat menggunakan berbagai kelebihan yang dimilikinya, perlu kesiapan lahir dan batinnya dengan diimbangi tekad dan semangat yang membara untuk menjadi pemenang. Saking sulitnya orang untuk meraih predikat itu, ternyata dalam Al Qur’an pun ayat yang mengandung arti kata golongan orang-orang yang mendapat kemenangan “Al Faizun” hanya ada 4 ayat. Berikut karakter atau ciri-ciri orang yang mendapatkan kemenangan : Pertama, Surat At Taubah Ayat 20 Juz 10 “Orang-orang yang beriman dan berhijrah serta jihad di jalan Allah dengan harta benda dan diri mereka adalah lebih tinggi derajatnya disisi Allah. Dan Itulah orang-orang yang mendapat kemenangan.”
Kedua, Surat An Nur Ayat 52 Juz 18 “Dan barang siapa yang taat kepada Allah dan Rosul-Nya dan takut kepada Allah dan bertakwa kepada-Nya, maka mereka adalah orang-orang yang mendapat kemenangan.” Ketiga, Surat Al Mukminun Ayat 111 Juz 18 “Sesungguhnya Aku memberi balasan kepada mereka di hari ini, karena kesabaran mereka. Sesungguhnya mereka itulah orang-orang yang menang.”
Sudah merupakan keharusan bagi Sang Pemenang akan mendapatkan hadiah yang besar dari penyelenggaranya. Demikian pula Allah SWT akan memberikan hadiah untuk mereka yang bisa mengamalkan atau memiliki kategori-kategori tersebut di atas dengan hadiah surga Allah. Sebagaimana ayat keempat, terdapat dalam Surat Al Hasyr Ayat 20 Juz 28. Rangkaiannya ayat 19 yang artinya : “Dan janganlah kamu seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri. Mereka itulah orang-orang yang fasik.” Ayat 20 : “Tiada sama penghuni-penghuni neraka dan penghuni-penghuni surga. Penghuni-penghuni surga itulah orang-orang yang beruntung (Al Faizun)” Demikian pula dengan balasan orang yang berpuasa dengan baik, sebagaimana sabda nabi : “Bagi orang yang berpuasa ada 2 kebahagiaan. Kebahagiaan dikala berbuka dan kebahagiaan besok dapat berjumpa dengan Tuhannya.” Sudahkah anda mengantongi kategori “Sang Pemenang” ? Semoga Anda termasuk salah satu diantara mereka orang-orang yang menang atau orang-orang yang beruntung. Amiin.

Comments