Pendidikan dan Moralitas Bangsa
Saya percaya, anda bahkan rakyat
Banyaknya berita baik di media cetak maupun elektronik yang menayangkan bentuk-bentuk tindakan yang kurang patut, asusila dan tindak kriminalitas sepertinya suguhan mingguan kita bahkan mungkin saja suguhan harian kita. Lebih ironis lagi pelanggaran itu dilakukan oleh pelajar atau mahasiswa yang notabene kaum terdidik dan terpelajar. Tawuran massal antar sekolah atau antar geng. Bukan hanya siswa sebagai pelakunya, tragis lagi beberapa bulan yang lalu siswi dengan siswi dengan disaksikan teman-temannya.
Kemudian pengkonsumsi bahkan pengedar narkoba, seks bebas dan perilaku menyimpang lainnya. Kasus video mesum yang berantai bermunculan dari satu
Arti & Tujuan Pendidikan
Banyak pakar pendidikan mendefinisikan arti pendidikan. Definisi ini bermacam-macam namun semuanya benar dan saling melengkapi walaupun dengan redaksi yang berbeda-beda. Pendidikan adalah sebuah proses utama dalam usaha pencerahan kehidupan manusia. Pendidikan memberikan kemampuan pengembangan fikiran, penataan perilaku, pengaturan emosi, memberikan kemampuan pemecahan masalah manusia dengan manusia lainnya, pemecahan masalah manusiadan alam untuk peningkatan kehidupa sehingga mampu meraih tujua hidup manusia. Dengan pendidikan potensi kekuatan manusia akan teroptimalkan yakni potensi otak (brai power), fisik (fisical power) dan potensi spiritual (spiritual power). (Hasyim Aliwa, 2005).
Menurut Socrates adalah mengembangkan daya pikir sehingga memungkinkan orang untuk mengerti pokok-pokok kesusilaan. Agustinus berpendapat pendidikan adalah cinta sepenuhnya kepada Tuhan agar mendapat ketentraman di alam baqa kelak. Abdullah Nashih Ulwan menyatakan bahwa pendidikan adalah seni membentuk manusia (Abu Ahmadi, 2001: Abdullah Nashih Ulwan, 2000)
Pendidikan adalah suatu yang alami dalam perkembangan peradaban manusia yang mengedepankan nilai-nilai moral. (Ibnu Khaldun, 2000). Menurut agama terutama Islam tujuan pendidikan adalah membentuk manusia sehat, cerdas, patuh dan tunduk pada perintah Allah serta menjauhi larangan-larangan-Nya. Sehingga ia dapat berbahagia di dunia dan akhiranya. (Abu Ahmadi, 2001).
Adapun tujuan pendidikan Nasional Indonesia yang termaktub dalam rumusan Komisi Pembaharuan Pendidikan Nasioal (KPPN) tahun 1980 adalah : "… Pendidikan Nasional Indonesia membangun kualitas manusia yang taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan selalu dapat meningkatkan hubungan dengan-Nya, sebagai warga negara yang berpancasila mempunyai semangat dan kesadaran yang tingi, berbudi pekerti, berbudi pekerti luhur dan berkepribadian kuat, cerdas, terampil dapat mengembangkan dan menyuburkan demokrasi, dapat memelihara hubungan baik antara sesama manusia dan dengan lingkungannya, sehat jasmani dan rohani, mengembangkan daya estetik kesanggupan membangun diri dan masyarakat." (Abu Ahmadi, 2001).
Krisis multidimensi yang sedang berlangsung di
Abdul Mudjib, S.Ag (Guru Mapel Aqidah Akhlak)
Comments
Post a Comment
silahkan kritik dan saran anda