Pendidikan dan Moralitas Bangsa



Saya percaya, anda bahkan rakyat Indonesia sangat prihatin melihat realita bangsa kita. Sangat kompleks permasalahan yang dihadapi bangsa ini. Masalah ekonomi, hukum & HAM, politik dan masalah-masalah yang lain termasuk masalah pendidikan. Dalam tulisan ini penulis tidak akan memaparka semua permasalahan itu. Namun penulis akan mencoba sedikit mengupas pendidikan relevansinya dengan moralitas bangsa terlebih sebentar lagi kita akan memperingati hari pendidikan nasional tanggal 2 Mei 2009.

            Banyaknya berita baik di media cetak maupun elektronik yang menayangkan bentuk-bentuk tindakan yang kurang patut, asusila dan tindak kriminalitas sepertinya suguhan mingguan kita bahkan mungkin saja suguhan harian kita. Lebih ironis lagi pelanggaran itu dilakukan oleh pelajar atau mahasiswa yang notabene kaum terdidik dan terpelajar. Tawuran massal antar sekolah atau antar geng. Bukan hanya siswa sebagai pelakunya, tragis lagi beberapa bulan yang lalu siswi dengan siswi dengan disaksikan teman-temannya. Ada pula yang siswi yang dikeroyok siswi lain.

Kemudian pengkonsumsi bahkan pengedar narkoba, seks bebas dan perilaku menyimpang lainnya. Kasus video mesum yang berantai bermunculan dari satu kota ke kota yang lain. Termasuk kota dan kabupaten Pekalongan sendiri, ada siswa dan siswinya berbuat demikian.  Padahal Pekalongan dikenal oleh masyarakat luar sebagai kota santri. Sehingga menodai nama baik Pekalongan walaupun masyarakatnya dikenal agamis. Ada apa dibalik semua ini ? Semakin rendahkah mutu pendidikan kita ? Apa yang perlu kita perhatian bersama ?

Arti & Tujuan Pendidikan

            Banyak pakar pendidikan mendefinisikan arti pendidikan. Definisi ini bermacam-macam namun semuanya benar dan saling melengkapi walaupun dengan redaksi yang berbeda-beda. Pendidikan adalah sebuah proses utama dalam usaha pencerahan kehidupan manusia. Pendidikan memberikan kemampuan pengembangan fikiran, penataan perilaku, pengaturan emosi, memberikan kemampuan pemecahan masalah manusia dengan manusia lainnya, pemecahan masalah manusiadan alam untuk peningkatan kehidupa sehingga mampu meraih tujua hidup manusia. Dengan pendidikan potensi kekuatan manusia akan teroptimalkan yakni potensi otak (brai power), fisik (fisical power) dan potensi spiritual (spiritual power). (Hasyim Aliwa, 2005).

            Menurut Socrates adalah mengembangkan daya pikir sehingga memungkinkan orang untuk mengerti pokok-pokok kesusilaan. Agustinus berpendapat pendidikan adalah cinta sepenuhnya kepada Tuhan agar mendapat ketentraman di alam baqa kelak. Abdullah Nashih Ulwan menyatakan bahwa pendidikan adalah seni membentuk manusia (Abu Ahmadi, 2001: Abdullah Nashih Ulwan, 2000)

            Pendidikan adalah suatu yang alami dalam perkembangan peradaban manusia yang mengedepankan nilai-nilai moral. (Ibnu Khaldun, 2000). Menurut agama terutama Islam tujuan pendidikan adalah membentuk manusia sehat, cerdas, patuh dan tunduk pada perintah Allah serta menjauhi larangan-larangan-Nya. Sehingga ia dapat berbahagia di dunia dan akhiranya. (Abu Ahmadi, 2001).

            Adapun tujuan pendidikan Nasional Indonesia yang termaktub dalam rumusan Komisi Pembaharuan Pendidikan Nasioal (KPPN) tahun 1980 adalah : "… Pendidikan Nasional Indonesia membangun kualitas manusia yang taqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan selalu dapat meningkatkan hubungan dengan-Nya, sebagai warga negara yang berpancasila mempunyai semangat dan kesadaran yang tingi, berbudi pekerti, berbudi pekerti luhur dan berkepribadian kuat, cerdas, terampil dapat mengembangkan dan menyuburkan demokrasi, dapat memelihara hubungan baik antara sesama manusia dan dengan lingkungannya, sehat jasmani dan rohani, mengembangkan daya estetik kesanggupan membangun diri dan masyarakat." (Abu Ahmadi, 2001).

 

            Krisis multidimensi yang sedang berlangsung di Indonesia berakar dari krisis moral. Maka untuk keluar dari krisis ini haruslah bangsa Indonesia membangun pendidikan masa depan dengan berbasis moral.

           Abdul Mudjib, S.Ag (Guru Mapel Aqidah Akhlak)


Comments

Popular posts from this blog

PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU MA HIDAYATUL ATHFAL TAHUN PELAJARAN 2021-2022